Wednesday, March 21, 2012

Bagaimana Cara Membuat Paspor Tanpa Calo ?

Yak, setelah sekian lama, akhirnya saya membuat paspor juga,,
dengan banyak pertimbangan adanya berbagai macam calo dengan tarif yang beraneka ragam, akhirnya saya memutuskan  untuk membuat paspor tanpa calo...

Banyak  yang mungkin bingung, sama seperti yang saya alami kemarin waktu membuat paspor, karena tidak tahu, mau liat SOP dimana, apa aja yang harus dipersiapkan.

Saya tidak akan menyajikan  bagaimana yang benar, dan bagaimana yang seharusnya, tapi yang saya jelaskan di bawah ini adalah APA ADANYA
yang benar-benar saya alami di lapangan.

Semoga artikel ini bermanfaat, mengingat tidak ada tutorial yang benar2 menjelaskan sampe sedetil-detilnya
Ok, Langsung aja yuk....



Hal-hal yang harus dipersiapkan
1. Akta Kelahiran
2. Ijasah Terakhir
3. Kartu Keluarga
4. KTP
5. Surat Rekomendasi Atasan (bagi yang sudah bekerja) dan atau dari kampus
6. Surat Pernyataan Pembuatan Paspor bermaterai (Bisa dibeli di koperasi kantor Imigrasi), buat sendiri juga bisa sih, tapi toh dsana kan juga harus beli map yang berisi itu, jadi mending beli aja.
7. dll yang diminta ketika online, tapi untuk saya, karena belum menikah juga, saya tidak butuh surat nikah dan lain sebagainya, saya hanya menyiapkan 6 dokumen di atas.

Bawa semuanya ASLI ke kantor imigrasi dan kopiannya SEMUA dengan ukuran A4, memang tidak dijelaskan mengenai ukuran kertas, tapi sampai di sana, ternyata itu bermasalah, ada salah seorang pengunjung di samping saya, yang harus mengopi ulang karena kopian KTP dipotong.

Untuk format Surat Rekomendasi, kemarin setelah sampai di kantor Imigrasi saya disuruh pulang lagi untuk membuat yang baru, karena salah format, harus ada Yth. Kepala Kantor Imgirasi xxx (cabangnya)
Kalau mau lihat contoh format suratnya bisa dilihat di sini.


1. Daftar ONLINE
Saya sarankan untuk membuat secara ONLINE terlebih dahulu,
klik http://www.imigrasi.go.id/ - Layanan Permohonan Paspor Online
atau langsung saja ke sini :
http://ipass.imigrasi.go.id:8080/xpasinet/faces/PassportFormCustomer.jsp
dan kemudian isi kolom2nya sesuai dengan data yang sebenar-benarnya.
Jenis paspor yg kita pilih adalah 48H Perorangan (maksudnya 48 halaman), mungkin kita bertanya, kenapa harus buat yang banyak lembarannya? emang mau keluar negeri berapa kali? Tapi ternyata memang itu aturannya dan  yang 24 H itu untuk TKI/TKW, :)
Setelah mengupload semua dokumen, nanti akan keluar nomor daftar online, itu harus diprint, dan dibawa,
di print pake A4 yaaa :)



2. Beli MAP KUNING dulu di koperasi
Setelah mengisi online, dan menentukan tanggal kedatangan (harap datang sesuai dengan tanggal yang telah kita sepakati untuk datang, karena kalau tidak, harus mendaftar online ulang, gampang sih, tapi ribet aja kan? ;) ),
 Ketika saya datang, (kebetulan saya datang pada Hari Jum'at Pukul 7.30 WIB)
Pintu belum dibuka, akhirnya sekitar jam 8 lebih, pintu gerbang dibuka, kami disuruh antre di tangga, dan saya sangat bersemangat di depan sendiri.
Tapi O'o.. Ternyata setelah hampir masuk, walaupun saya sudah daftar online, saya diwajibkan untuk beli map warna kuning, di koperasi, kalau tanpa map itu, katanya tidak diterima.
Akhirnya, saya beli di koperasi seharga kurang lebih 16 ribu, saya lupa persisnya..
Sebenarnya beli itu masalah sepele, tapi kenapa tidak diberitahu dari awal, karena kan itu artinya saya harus turun lagi ke koperasi untuk membeli, dah akhirnya ketika saya kembali, saya ada di antrean paling belakang,
What the...
*Catatan : Jangan lupa formulir pernyataan pembuatan paspor baru bermaterai diisi

3. Kenapa Online? 
Kenapa saya sarankan online? Karena memang akan lebih cepat, dan kita punya nomor antrean khusus untuk yang mendaftar online.
Benar saja, ketika saya tadi sudah berada di antrean belakang,
begitu sampai ke petugas pembagi nomor antrean, jangan lupa untuk  bilang, "Daftar Online", yak saya masih mendapat nomor antrean D007, Horee...
Lalu kami disuruh duduk di tempat duduk antrean

4. Loket Khusus Online
Setelah itu, menunggu panggilan, jangan sampai kelewat ya, nanti harus ambil nomor baru,, klo terlewat...
Saya lupa, waktu itu Loket khusus online di Loket nomor berapa..
Ketika dipanggil, di sini semua berkas dicek, baik asli maupun fotokopi,
di sini, yang fotokopi diserahkan..
Setelah dipanggil, ternyata surat saya formatnya salah (sebagaimana telah saya jelaskan di atas), akhirnya saya diminta menyusulkan pada hari Senin,
tapi tanggung rasanya,jadi saya minta agar hari itu juga selesai,
sehingga akhirnya saya ke kantor lagi, dan jam setengah 11 katanya saya harus sudah di sana.


5. Pembayaran
Setelah saya susulkan, saya diberi nomor antre pembayaran. Lalu langsung diserahkan ke loket pembayaran, kemudian menunggu nama dipanggil,setelah dipanggil kemudian kita membayar sejumlah sekali lagi maaf saya lupa persisnyaa, kalau ga salah Rp 255.000, lupaa maap,
pokoknya di tempat antrean tadi, ada tulisannya kok di spanduk..


6. FOTO DAN WAWANCARA
Setelah membayar, nanti kita dapet nomor antrean untuk foto dan wawancara,
setelah nomor dipanggil, tinggal wawancara, beres deh...
Waktu itu saya dapet giliran pukul 14.00 WIB
(padahal nomor antrean D007, gimana yang lebih dari itu, hihi...)
Oiya, di sini, semua berkas dicek kembali, jadi disiapin yah, KTP nya jugaa :)
Nanti setelah wawancara dan foto, terus liat tanggal ambilnya deh,,
Waktu itu saya buat Jum'at, tapi jadinya Senin minggu depannya, jadi kurang lebih 8 hari kerja.

*Tips : 1. Jangan aneh2 deh alasan bikin paspor, kalau ga mau ribet
             2. Kalau prosedur 'biasa' seperti ini, 
                 mending bawa temen, bawa makanan kecil & minuman
buat temen ngobrol, karena walaupun tadinya ada di urutan nomor di depan, ga tau gimana selalu ada puluhan orang-orang yang dipersilahkan oleh petugas yang terlihat seperti pegawai di situ untuk masuk duluan, yah possitive thinking aja, mungkin udah antre dari kemarin-kemarin, jadi ya harus sabar, untuk berada di antrean bontot
            3. Untuk Para Cewek. mnjelang foto, benerin tu bedak sama make up, xixixi
Soalnya kan dipajang di pasporrr, saya kemarin messed up banget, wkwk
           4. Bawa Buku,  Tab, BB, atau Laptop aja kalau perlu sambil ngerjain kerjaan kantor atau tugas kuliah, biar ga mati gaya.. Soalnya asli, lama banget, mau nomor depan juga, ga tau gimana, tetep aja terakhir, mungkin ya karena orang-orang yang 'sudah antre dari kmaren' itu. daripada ribet marah2 karena hal-hal kayak gitu, mending asik sendiri aja, hihi..
           
Oiya, kemarin saya kena waktu istirahat, jadi berhenti dulu sementara, tapi tenang aja, banyak penjual makanan di deretan daerah situ,, 


Jadi, masih mau bikin paspor pake calo?
Kalau mau pake calo, sama aja sih, di sana jg antre fotonya..


Gampang kan? Good Luck yahh...
Semoga artikel ini bermanfaat :)

Reactions:

2 comments ^_^:

Eka Muliawan said...

Giman cara nya melakukan upload secara online jika, yang diuruskan tidak punya KTP?? karena dia belum cukup umur untuk bikin KTP??

Disqa Ardityasari said...

Maaf baru bales yah, saya ga sadar ada komen, hihi...
Semoga masih bisa bermanfaat,,
untuk bayi sampai dengan umur 17 tahun, biasanya melampirkan fotokopi KTP orang tua, serta surat pernyataan bermaterai dari orang tua,,
untuk lebih lanjut bisa cek ke sini :
http://travel.kompas.com/read/2012/04/10/05392222/Tips.Bikin.Paspor.untuk.Anak-anak

Semoga bermanfaat ya :)