Friday, February 23, 2018

Akun Agoda Saya diHack Orang, Terjadi Transaksi 2 Juta Lebih !

A. PERMASALAHAN

1. Ada Pihak Tidak Dikenal Menggunakan Akun Agoda Saya

Kejadian ini bermula pada dini hari ketika saya bangun dan sadar bahwa ada notifikasi email yang masuk ke hp saya. Di antara email yang masuk, di antaranya seperti ini:



Dan saya tidak tahu, siapa Kevin Purba itu. Baru dengar namanya sekali ini. Hotel di Pekanbaru pula.
Lalu saya segera mengecek aplikasi agoda di handphone saya, dan benar, di menu My Booking sudah tercatat bahwa akun saya memesan hotel dengan kode booking seperti bagaimana tertulis di dalam email. 

2. Selain Menggunakan Akun Agoda, Sdr. P Juga Menggunakan Kartu Kredit Saya

Lalu saya juga mengecek bahwa ada email lain dari BNI.
Jadi selain menggunakan akun saya, ybs -sebut saja Sdr. Penipu (P)- juga menggunakan data kartu kredit saya yang tersimpan di aplikasi Agoda untuk melakukan transaksi pembayaran. Tentu saja hal ini membuat saya terkejut, namun saya mencoba untuk tetap tenang dengan terus mencari solusi atas tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab ini.
Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, hal pertama yang saya lakukan adalah mengganti password akun  dan menghapus data kartu kredit saya di aplikasi.

3. Customer Service Agoda Indonesia Belum Menjawab Panggilan

Selanjutnya, saya mencoba menelepon layanan Customer Service Agoda dalam Bahasa Indonesia, namun sistem mengatakan bahwa pada jam tersebut, Customer Service dalam Bahasa Indonesia belum tersedia, setelah saya coba beberapa kali, saya akhirnya mencoba layanan dalam bahasa Inggris, namun tidak diangkat.

4. Customer Service BNI Mengatakan Bahwa Belum Dapat Membantu Proses Klaim Refund Hingga 3 Hari ke Depan

Selanjutnya, saya mencoba menelepon Customer Service BNI sebagaimana tertulis di email notifikasi transaksi. Menurut Customer Service BNI, mereka tidak dapat membantu sebelum transaksi terposting, karena transaksi tersebut belum terposting di sistem. Ia mengatakan, "Biasanya sekitar 2-3 hari baru terposting dan dapat dicarikan solusinya, jadi coba Ibu telepon kembali pada tanggal 28 Februari 2018. Lalu Ibu nanti akan diminta untuk memberikan surat pernyataan dan Fotokopi KTP." 
Saya memahami hal tersebut, karena bagaimanapun mereka pasti memiliki SOP tertentu. 
Akhirnya solusi yang diambil untuk pencegahan kejahatan dalam waktu dekat, saya meminta kartu kredit saya untuk diblokir saja.

Kemudian setelah sambungan telepon diakhiri, saya berpikir, jika 3 (tiga) hari ke depan baru saya urus untuk pembuatan laporan, maka hal ini sudah terlambat, karena Sdr. P atau siapapun kerabatnya sudah terlanjur check in. Saya tidak menghendaki bahwa ada orang yang tidak bertanggung jawab, dalam hal ini adalah Sdr. P, untuk dapat menikmati hal yang haram ini, sekalipun uang saya tetap dapat direfund. Kalau perlu dipidanakan saja, karena ini merupakan tindak pidana sebagimana diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Undang-Undang Transfer Dana.
Tapi kita lihat saja nanti perkembangannya.

B. PEMECAHAN SOLUSI

1. Menelepon Customer Service Agoda dalam Bahasa Inggris

Ketika jam 6 pagi lewat, saya mulai menelepon Customer Service Agoda kembali. Kali ini, Customer Service dalam Bahasa Indonesia menurut sistem dinyatakan "sedang sibuk" bukan "tidak tersedia" lagi. Kemudian kembali lagi, saya mencoba menelepon layanan dalam Bahasa Inggris. Lalu saya tersambung ke layanan dimana customer service yang sepertinya berdialek (saya berasumsi) Malaysia,

Berikut ini kira-kira inti percakapan saya pagi ini : 

Customer Service (CS): Hello Good Morning, How can I help you Miss?
Me (M) : Good Morning, Can I speak in Bahasa Indonesia, or I should speak in English?
CS : No, Only English
M : Okay, This Morning I found some issues. I found that in my email, there are some transactions in my Agoda account. But It's not me.
CS : Okay, would you please to tell me your name and email
M : My Name is Disqa Ardityasari and my email is *******
CS : Okay, I found ***(censored for security purpose) with the name of Kevin Purba
M : (Selanjutnya saya jelaskan kronologinya)
CS : Okay wait a moment, I need to report this to the supervisor.
****10 menit kemudian****  (Pulsa lumayan juga terbuang di sini, hey kau Sdr. P, Saya anggap Anda berhutang pulsa pada saya. Huft.)
CS : Okay, we will cancel your Booking.

Dan intinya, setelah itu, kedua kode booking tersebut dibatalkan.
Memang di fitur aplikasi agoda, ada tombol untuk pembatalan. Namun tetap terkena charge untuk malam pertama. Sedangkan pemesanan dilakukan untuk 2 (dua) kamar, masing-masing selama 1(satu) malam. Namun karena ini tindak kejahatan, maka saya diberikan pengecualian.





C. TIPS 

1. Aktifkan notifikasi email di handphone agar selalu mendapat update pemberitahuan ketika ada penyalahgunaan akun.
2. Apabila Anda mengalami hal yang sama seperti yang saya alami, tetap tenang, dan cari solusi pemecahannya, secara sistematis. 
3. Ganti password segera, dan hapus data kartu kredit pada akun.
4. Ikuti langkah di atas atau pada arahan operator. Namun ingat, pastikan operator yang ditelepon adalah call center / customer service resmi.
5. Jika call center dalam bahasa Indonesia sibuk atau tidak tersedia, pilih saja yang dalam bahasa Inggris. Load-nya mungkin tidak sebanyak yang berbahasa Indonesia. Tidak bisa berbahasa Inggris? Minta bantuan teman yang bisa saja.

Dalam ini saya mengapresiasi Agoda atas kecepatannya dalam mengatasi permasalahan ini. Walau saya harus menunggu selama 10 menit, namun masalah langsung terselesaikan. Terima kasih juga kepada pihak BNI yang sudah membantuk memblokir kartu kredit saya.

Sekian, semoga pengalaman yang saya alami ini tidak terjadi kepada orang lain.
Tindak lanjut atas perbuatan ini sedang saya pertimbangkan untuk memberi efek jera pada orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum yang merugikan orang lain.

Terima kasih, Semoga Bermanfaat. :)

Reactions:

2 comments ^_^:

Yopita said...

Waduh..semoga cepat beres masalahnya mbak🙏Makasi uda berbagi...

Disqa Ardityasari said...

Sama-sama Yopitaa.. 🙏🏻